7 Siklus Akuntansi Dalam Perusahaan Jasa Yang Perlu Diketahui

7 Siklus Akuntansi Dalam Perusahaan Jasa Yang Perlu Diketahui

7 Siklus Akuntansi Dalam Perusahaan Jasa Yang Perlu Diketahui – Perusahaan jasa merupakan salah satu jenis usaha yang berfokus pada kegiatan ekonomi dan memanfaatkan intangible. Di mana di dalamnya ada interaksi antara konsumen dengan perusahaan tetapi tidak sampai transfer kepemilikan. Meskipun begitu tetap setiap bulannya perlu membuat laporan keuangan untuk mengetahui perkembangan perusahaan.

Siklus Akuntansi Dalam Perusahaan Jasa

Sama halnya dengan jenis usaha pada umumnya, Di mana perusahaan jasa juga harus membuat laporan keuangan setiap bulannya. Namun sebelum membuat laporan itu ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu siklus akuntansi untuk bisnis tersebut. Adapun beberapa siklusnya seperti berikut ini.

1. Analisis Transaksi Dan Identifikasi

Tahap pertama yang harus dilakukan dalam siklus akuntansi perusahaan jasa adalah mengidentifikasi serta menganalisis transaksi. Hal itu bertujuan agar laporan yang dibuat nanti bisa aktual. Namun dalam hal ini tidak semua transaksi bisa dicatat. Di mana hanya transaksi yang melibatkan perubahan posisi keuangan perusahaan dan bisa dinilai ke dalam unit moneter secara objektif saja yang dapat dicatat. Misalnya nota pembelian, kwitansi penjualan dan lain-lain. Apabila sudah bisa mengidentifikasinya, maka seorang akuntan bisa langsung menganalisanya. Dalam hal ini untuk mempermudah bisa menggunakan rumus Aktiva= Kewajiban + Ekuitas.

2. Mencatat Transaksi Masuk Ke Sistem

Setelah berhasil menganalisis transaksi itu, maka tahap selanjutnya seorang akuntan perlu mencatat transaksi dalam jurnal. Pada proses ini alangkah baiknya untuk mencatat transaksi itu secara detail, rinci dan sistematis. Hal itu bertujuan untuk mempermudah melangkah ke tahap berikutnya.

3. Posting Ke Buku Besar

Tahap selanjutnya yaitu mengunggah seluruh transaksi tadi ke dalam buku besar. Di mana buku besar sendiri merupakan buku yang berisi catatan seluruh transaksi keuangan. Dalam hal ini untuk mempermudah penyusunan catatan, maka cobalah mengidentifikasikannya mulai dari nomor, nama akun, tanggal dan jenis transaksi. Dengan begitu siklus akuntansi perusahaan jasa akan tetap terjaga.

Susun Neraca Saldo

 

4. Susun Neraca Saldo

Langkah selanjutnya yaitu menyusun neraca saldo. Di mana bagian ini berisi daftar saldo rekening rekening buku besar pada periode tertentu. Cara penyusunannya juga bisa dibilang sangat mudah untuk dilakukan yaitu cukup memindahkan saldo yang ada di buku besar ke dalam neraca untuk disatukan. Namun perlu diingat pada neraca saldo ini jumlah antara debit dan kredit harus sama.

5. Penyusunan Jurnal Dan Neraca Saldo Penyesuaian

Apabila di akhir periode akuntansi ditemukan transaksi yang belum dicatat, terdapat kesalahan, perlu disesuaikan maka bisa dicatat dalam jurnal penyesuaian. Kegiatan ini umumnya dilakukan secara periodik saat laporan akan disusun. Dalam hal ini Anda juga perlu membuat neraca saldo kedua dengan cara memindahkan saldo yang telah disesuaikan itu pada buku besar. Nantinya saldo saldo yang ada pada buku besar itu dikelompokkan ke dalam aktiva dan pasiva.

6. Neraca Lajur

Di dalam penyusunannya neraca lajur ini akan mengacu pada jurnal penyesuaian. Dengan begitu apabila sudah membuat jurnal penyesuaian maka penyusunannya bisa dilakukan secara mudah. Di mana bagian ini nantinya akan memberikan informasi dalam bentuk laporan laba rugi dan neraca. Perlu diketahui bahwa keduanya itu termasuk dasar dalam pembuatan laporan keuangan.

7. Penyusun Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

Tahap selanjutnya yaitu menyusun laporan keuangan. Di mana dalam penyusunannya harus dilakukan secara sistematis seperti laporan laba rugi,laporan perubahan modal, neraca dan laporan arus kas.

Apabila laporan keuangan perusahaan telah dibuat maka tahap selanjutnya yaitu jurnal penutup. Jurnal penutup ini bisa dikatakan sangat penting karena dilakukan pada akhir periode akuntansi. Pada bagian ini berisi tentang laporan laba rugi. Sedangkan untuk membuatnya harus dimulai dari angka nol. Hal itu dikarenakan untuk mengukur aktivitas selama periode itu berjalan.

Itulah beberapa siklus akuntansi pada perusahaan jasa yang perlu Anda ketahui. Tentunya dengan mencatat semua siklus itu dalam pembukuan bisa membuat bisnis jauh lebih baik, sehingga peluang untuk mencapai kesuksesan di depan mata.